“Minang Go Digital“: Lensa Antropologi Budaya Menangkap Esensi Saok Laweh
By: Anissa Febrianty dan Divani Fadilah Putri

Gambar 1. Minang Go Digital
By : Mahasiswa
SAOK LAWEH – Nagari Saok Laweh, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menjadi panggung bagi eksplorasi budaya yang unik melalui kegiatan “Minang Go Digital”. Digagas sebagai bagian dari mata kuliah Etnovideografi, sebanyak 33 mahasiswa Antropologi Budaya terjun langsung ke tengah masyarakat, membawa lensa kamera sebagai alat utama untuk mengabadikan kekayaan tradisi dan kebiasaan setempat.
Kegiatan yang berlangsung dari 7 hingga 9 November 2025. Kegiatan ini dibuka oleh Irwan Saputra selaku Wali Nagari Saok Laweh. Hal ini bukan sekadar praktik lapangan biasa. “Minang Go Digital” menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan observasi, analisis, dan dokumentasi, sekaligus memahami dinamika kehidupan sosial budaya masyarakat Minangkabau. Melalui pendekatan Etnovideografi, mereka berupaya merekam jejak-jejak kearifan lokal yang mungkin terlewatkan oleh mata awam.
Fokus utama kegiatan ini adalah meneliti dan mendokumentasikan berbagai aspek kehidupan masyarakat Saok Laweh. Mulai dari ritual adat yang sakral, pertunjukan seni tradisional yang memukau, hingga aktivitas sehari-hari yang mencerminkan nilai-nilai budaya yang dianut. Setiap detail direkam dengan cermat, menghasilkan potret visual yang kaya akan informasi dan makna.

Gambar 1. Mahasiswa Bersama Sanggar Tabing Merah
By : Mahasiswa
Hasil dari kegiatan “Minang Go Digital” diharapkan dapat menjadi sumber pengetahuan yang berharga bagi generasi mendatang. Video-video dokumenter yang dihasilkan tidak hanya menjadi arsip visual, tetapi juga media pembelajaran yang efektif untuk memahami kekayaan budaya Minangkabau. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan warisan budaya yang dimiliki.

Gambar 1. Mahasiswa Bersama Pemerintahan Nagari Sawok Laweh
By : Mahasiswa
“Minang Go Digital” membuktikan bahwa Antropologi Budaya dapat berkolaborasi dengan teknologi untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan menggabungkan keahlian mahasiswa dalam bidang Antropologi dan kemampuan mereka dalam membuat video, kegiatan ini berhasil mengabadikan esensi Saok Laweh dalam format yang menarik dan mudah diakses.
