ditulis oleh: Divani Fadilah Putri

Padang Panjang – Mahasiswa Program Studi Antropologi Budaya Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial melalui program “Mahasiswa Berdampak” yang diselenggarakan di Nagari Tambangan, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar selama 20 hari. Keikutsertaan 23 mahasiswa Antropologi Budaya dari total 50 peserta lintas jurusan ini menjadi bukti eksistensi mereka sebagai agen perubahan yang berperan aktif dalam mendukung upaya pemulihan sosial masyarakat pasca bencana banjir bandang atau galodo.
Program strategis ini dipimpin oleh Bapak Irja, S.E., M.Si., (Dosen Kewirausahaan) selaku ketua, didampingi Ibu Emridawati, S.Pd., M.Sn., (Dosen Seni Musik) sebagai wakil ketua, serta Bapak Ferry Herdianto, S.Sn., M.Sn., (Dosen Seni Musik) yang bertindak sebagai koordinator lapangan. Fokus utama kegiatan ini adalah pemberdayaan kepada masyarakat Nagari Tambangan melalui manajemen produksi dan pemasaran, yang secara khusus menyasar anggota Kelompok Tani Sungai Rayo dan Kelompok Wanita Tani Menyala.
Melalui pendampingan intensif dalam mengelola dan menciptakan peluang ekonomi baru seperti pemberian itiak ( Bebek) dan bibit tani kepada masyarakat terdampak dan menyusun strategi pemasaran yang lebih modern, diharapkan kelompok tani setempat dapat bangkit kembali dan memiliki kemandirian ekonomi yang lebih kuat. Kolaborasi antara akademisi dan masyarakat ini mempertegas peran ISI Padangpanjang dalam memberikan dampak positif langsung bagi pembangunan daerah.

Kehadiran mahasiswa ISI Padangpanjang di tengah masyarakat Nagari Tambangan membawa harapan baru bagi pemulihan ekonomi lokal. Dengan semangat pengabdian dan bekal ilmu manajemen yang dibagikan, Kelompok Tani Sungai Rayo dan KWT Menyala kini selangkah lebih maju dalam menata masa depan yang lebih sejahtera dan berdaya saing pasca bencana banjir bandang atau galodo.
